Menjaga asupan dengan makanan sehat memang penting supaya kita terhindar
dari penyakit dan kegemukan. Tetapi jangan sampai hal itu menjadi
obsesi karena justru dapat membahayakan kesehatan. Orthorexia atau
obsesi pada makanan sehat adalah istilah baru untuk menggambarkan
seseorang yang sangat terobsesi pada pola makan yang sempurna dan diolah
dengan higienis, serta diatur jadwal dan takarannya.
Kaum wanita adalah kelompok yang paling rentan terjebak pada gangguan
orthorexia ini. Mungkin hal ini karena ada tuntutan bagi kaum hawa untuk
selalu tampil fit dan bertubuh ideal. Sebenarnya, apa yang salah dengan
memperhatikan secara cermat apa yang kita makan? Memang tidak ada,
tetapi jika hal itu sudah menjadi obsesi dan menuntut kesempurnaan, maka
kita akan menjadi stres dan ujungnya justru mengganggu kesehatan.
Menjalani pola makan yang ketat juga akan membuat tubuh kekurangan
nutrisi penting yang sebenarnya diperlukan.
Ada beberapa jenis makanan yang kerap dihindari oleh pengidap
orthorexia, antara lain produk susu, daging, dan juga telur.
Menghilangkan makanan tersebut dari daftar asupan harian akan membuat
tubuh kekurangan vitamin B12 yang diperlukan untuk fungsi otak dan
produksi sel darah merah. Makanan yang berasal dari padi-padian dan
mengandung gluten juga sering dihindari. Padi-padian utuh sebenarnya
mengandung mineral penting, misalnya magnesium untuk tulang sehat dan
saraf, atau mangan untuk fungsi hati yang sehat.
Selain itu lemak termasuk dalam makanan yang "haram" bagi pengidap
orthorexia. Padahal, lemak berkualitas baik yang ditemukan dalam minyak
zaitun, lemak, dan kacang-kacangan, diperlukan tubuh. Lemak jenis ini
membuat kulit sehat dan melindungi organ-organ vital.
Konsumsi lemak yang cukup juga membuat perut terasa kenyang lebih lama
dan membantu penyerapan vitamin larut lemak seperti vitamin A dan D.
Obsesi pada sesuatu hal, termasuk pola makan sehat, berarti Anda
menempatkan diri dalam stres terus menerus. Hal ini bisa memicu hormon
stres seperti kortisol dan adrenalin.
Normalnya, hormon stres hanya dikelaurkan ketika kita menghadapi situasi
yang mengancam untuk meningkatkan suplai energi supaya kita langsung
bertindak cepat. Tetapi saat pikiran kita percaya adanya ancaman yang
konstan, bahkan hormon stres dalam jumlah kecil, akan mengganggu sistem
pencernaan, sistem reproduksi, serta proses pertumbuhan. Sebaiknya
konsultasikan dengan dokter gizi sebelum Anda menjalankan regimen diet
baru. Jangan biarkan ketakutan berlebihan pada makanan tidak sehat
justru membuat Anda semakin tidak sehat.
0 komentar:
Posting Komentar