script ujian

Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan

23 Agustus 2013

Metode Ilmiah Biologi

Metode ilmiah adalah cara kerja dari ilmu pengetahuan, brsifat ilmiah serta merupakan langkah-langkah sistematis yang digunakan dalam ilmu-ilmu tertentu yang baik direfleksikan atau diterima begitu saja.

           Observasi Prinsip-prinsip Umum
Metode atau cara kerja Ilmu pengetahuan pertama kali di kemukakan oleh Filsuf Yunani, Aristotelas. Ia memandang penelitian ilmiah sebagai kelanjutan dari observasi-observasi empiris ke prinsip umum (induksi) dan kemudian dari prisip umum ke observasi(deduksi).
Jadi, inti dari metode ilmiah adalah dimana seseorang mampu berfikir logis, analistis, (menggunakan analisis), dan empiris (seseai kenyataan).
Dalam melakukan aktifitas ilmiah, kita perlu memperhatikan struktur metode ilmiah, struktur metode penelitian ilmiah, stuktur penulisan ilmiah atau cara penyusun laporan ilmiah, serta bahasa ilmiah. Selain itu kita mampu bersikap ilmiah saat melakukan aktifitas ilmiah.

Struktur Metode Ilmiah
Penelitian akan berhasil dengan baik apabila dilakukan sesuai dengan struktur metode ilmiah. Sruktur metode ilmiah memiliki beberapa langkah yang terdiri dari:
a. perumusan masalah
b. pembuatan kerangka berfikir
c. penarikan hipotesis
d. pengujian hipotesis, dan
e. penarikan kesimpulan.

a. Perumusan masalah
Proses kegiatan ilmiah dimulai ketika kita tertarik pada sesuatu hal. Ketertarikan ini karene manusia memiliki sifat perhatian. Pada saat kita tertarik pada sesuatu, sering timbul pertanyaan dalam pikiran kita. Perumusan masalah merupakan langkah untuk mengetahui masalah yang akan dipecahkan sehingga masalah tersebut menjadi jelas batasan, kedudukan, dan alternatif cara untuk memecahkan masalah tersebut. Perumusan masalah juga berarti pertanyaan mengenai suatu objek serta dapat diketahui factor-faktor yang berhubungan dengan objek tersebut.
b. Pembuatan kerangka berfikir
Pembuatan kerangka berfikir merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan antar berbagai faktot yang berkaitan dengan objek dan dapat menjawab permasalahan. Pembuatan kerangka berfikir menggunakan pola berfikir logis, analitis, dan sintesis atas keterangan-keterangan yang diperoleh dari berbagai sumber informasi. Hal itu diperoleh dari wawancara dengan pakar atau dengan pengamatan langsung.
c. Penarikan hipotesis
Hipotesis merupakan dugaan atau jawaban sementara terhadap suatu permasalahan. Penyusunan hipotesis dapat berdasarkan hasil penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan oleh orang lain. Dalam penelitian, setiap orang berhak menyusun Hipotesis.
d. Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan dengan cara menganalisis data. Data dapat diperoleh dengan berbagai cara, salah satunya melalui percobaan atau eksperimen. Percobaan yang dilakukan akan menghasilkan data berupa angka untuk memudahkan dalam penarikan kesimpulan.
Pengujian hipotesis juga berarti mengumpulkan bukti-bukti yang relevan dengan hipotesis yang diajukan untuk memperlihatkan apakah terdapat bukti-bukti yang mendukung hipotesis.
e. Penarikan kesimpulan
Penarikan kesimpulan merupakan penilaian apakah sebuah hipotesis yang diajukan itu ditolak atau diterima.
Hipotesis yang diterima dianggap sebagai bagian dari pengetahuan ilmiah, sebab telah memenuhi petrsyaratan keilmuan. Syarat keilmuan yakni mempunyai kerangka penjelasan yang konsisten dengan pengetahuan ilmiah sebelumnya serta telah teruji kebanarannya.

UPAYA MENYINGKAP SUATU MASALAH DAN PENERAPANNYA DALAM METODE ILMIAH
  No.
Struktur Metode Ilmiah
Penerapan langkah-langkah Metode Ilmiah
1
2
3
4
5
Perumusan masalah
Penyusun kerangka berfikir
Penarikan hipotesis
Pengujian hipotesis
Penarikan kesimpulan
Benarkah kehidupan berasal dari benda mati?
Membaca teori abiogenasis dan hasil penelitian para ilmuan pendukungnya.
Makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebalumnya.
Melakukan percobaan dengan dua bua toples yang masing-masing d isi sekerat daging. Toples I ditutup dan toples II dibiarkan terbuka. Setelah beberapa hari toples I tidak ditemukan adanya belatung dan pada toples II di temukan banyak belatung
Belatung pada daging yang membusuk berasal dari telur lalat yang menetas, jadi makhluk hidup berasal dari mahkluk hidup.
 
Contoh Penelitian Induksi dan Deduksi
Induksi
Ari mengamati bahwa daun padi, jagung, sirih, cengkeh, jambu air, jambu biji, serta mangga, semuanya berwarna hijau. Hasil observasi yang di tinjaklanjuti dengan penelitian, ari menemukan bahwa semua daun tersebur mengandung zat hijau daun atau klorofil. Simpulan berdasarka logika induksi adalah ”semua daun berwarna hijau mengandung klorofil”. Berdasarkan data empiris dapat ditarik kesimpulan yang bersifat umum, yaitu semua daun berwarna hijau mengandug klorofil.
Deduksi
Maria dan Nelly daun pohon Damar di daerah pegunungan dan daun Hydrilla di danau, berdasarkan pustaka yang mereka baca, walaupun berbeda habitat, Maria dan Nelly menggunakan Logika Deduksi menyimpulkan bahwa kedua daun tanaman tersebut mengandung klorofil. Dala penelitian tersebut, prisip umumnya ialah semua daun hijau mengandung Klorofil. Hal khisusnya ialah daun damar dan daun hydrilla mengandung klorofil.

Ciri-ciri Mahluk Hidup

Contohnya gerak daun menguncup, gerak batang menghadap cahaya, gerak akar mendekati sumber air serta gerak mekarnya bunga.
Peka terhadap Rangsang

mimosa_pudica 
 
Makhluk hidup peka terhadap perubahan yang terjadi disekitarnya. Alat pengenal lingkungan pada manusia dan hewan berupa indra. Indra peka terhadap rangsang. Rangsang dapat berupa cahaya, bunyi, bau, rasa atau sentuhan. Dengan adanya indra yang peka terhadap rangsang-rangsang tersebut, manusia dan hewan mempunyai kemampuan melihat, mendengar, mencium, mengecap rasa dan menyentuh/meraba.
Tumbuhan tidak mempunyai alat indra, tetapi peka terhadap rangsang. Misalnya tumbuhan putri malu menguncupkan daunnya jika disentuh dan pertumbuhan batang kearah cahaya matahari.

Makan
makan
Makanan diperlukan oleh makhluk hidup sebagai sumber energi, untuk pertumbuhan dan mengganti sel-sel yang rusak. Tumbuhan hijau memperoleh makanan dengan memproduksi sendiri. Tumbuhan hijau sebagai produsen mengolah zat-zat anorganik menjadi zat organic melalui proses fotosintesis.
Fotosintesis adalah proses pembuatan makanan oleh tumbuhan hijau dengan bantuan cahaya.
Tumbuhan tak berhijau daun, hewan dan manusia tidak dapat membuat makanan sendiri. Mereka memanfaatkan makanan dari hasil fotosintesis tumbuhan hijau dan sumber lain dari hewan dan alam.
 
Mengeluarkan Zat Sisa

Dalam proses penyerapan makanan, terbentuklah zat sisa yang merupakan zat yang tidak terserap oleh tubuh. Zat-zat itu disebut zat sisa oksidasi biologis, misalnya air dan karbon dioksida.Berdasarkan aktivitas tubuh dan hasilnya, pengeluaran zat-zat sisa dibedakan atas : Ekskresi, Respirasi, Defekasi.
Ekskresi, merupakan pengeluaran zat-zat sisa yang dilakukan oleh kulit dan ginjal. Kulit akan mengeluarkan zat sisa yang dinamakan keringat karena adanya kelenjar keringat di bawah kulit. Ginjal akan menyaring darah dan mengeluarkan zat sisa yang disebut urine.
Respirasi, merupakan pengeluaran CO2 sebagai zat sisa proses respirasi yang dikeluarkan melalui hidung.
Defekasi, merupakan pengeluaran zat sisa pencernaan makanan yang berupa tinja (feses) melalui anus.
 
Tumbuh
Makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan meliputi perubahan ukuran tubuh, yaitu luas, tinggi dan berat. Perkembangan adalah perubahan menjadi dewasa.
 
Berkembang Biak
Makhluk hidup berkembang biak untuk menghasilkan keturunan. Cara perkembangbiakan makhluk hidup berbeda-beda. Hewan berkembang biak antara lain dengan melahirkan, bertelur, bertelur-melahirkan, bertunas, fragmentasi atau membelah diri. Tumbuhan berkembang biak secara alami dan buatan.
Perkembangbiakan alami pada tumbuhan yaitu dengan biji (kawin) dan dengan tidak kawin, misalnya membelah diri, spora, tunas, umbi, geragih dan akar tinggal. Perkembangbikan tumbuhan secara buatan, misalnya stek, cangkok, runduk dan kultur jaringan.
 
Beradaptasi
Makhluk hidup mampu beradaptasi dengan lingkungan. Macam-macam adaptasi makhluk hidup adalah adaptasi morfologi, adaptasi tingkah laku, dan adaptasi fisiologi.
Adaptasi morfologi adalah penyesuaian terhadap lingkungan yang berhubungan dengan bentuk tubuh atau alat tubuh. Contoh pada katak dan itik terdapat selapu renang pada kakinya untuk berenang.
Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku. Contoh : hewan bermigrasi ke lain tempat yang banyak sumber makanan.
Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku. Contoh : berkeringat saat cuaca panas.
Dari ciri-ciri tersebut diatas ada perbedaan ciri hidup yang dimiliki antara hewan/manusia dengan tumbuhan, anatara lain :
Hewan/Manusia
1.Bergerak : Melakukan gerak pindah tempat.
2.Cara memperoleh makanan: Tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof) . Bahan yg dimakan berupa zat organik.
3.Pertumbuhan: Hanya sampai batas usia tertentu
Tumbuhan
1.Bergerak :Tidak dapat berpindah tempat sendiri.
2.Cara memperoleh makanan: Dapat membuat makanan sendiri (autotrof), Bahan yang diperlukan untuk membuat makanan berupa zat anorganik
3.Pertumbuhan : .Tumbuh terus menerus sampai mati.

3 Agustus 2013

Pengelompokan Mahluk Hidup

Whitaker (1969) mengelompokkan mahluk hidup ke dalam lima kerajaan/regnum:
1. Regnum Monera
Monera merupakan golongan organisme yang bersifat prokariotik (inti selnya tidak memiliki selaput inti). Regnum ini dibagi menjadi dua golongan yaitu :
1.1. Golongan bakteri (Schizophyta/Schizomycetes)
1.2. Golongan ganggang biru (Cyanophyta)
2. Regnum Protista
Protista merupakan organisme yang bersifat eukariotik (inti selnya sudah memiliki selaput inti). Pembentukan regnum ini diusulkan oleh Ernst Haeckel atas pertimbangan adanya organise-organisme yagn memiliki ciri tumbuhan (berklorofil) sekaligus memiliki ciri hewan (dapat bergerak). Yang termasuk dalam regnum ini adalah :
2.1. Protozoa
2.2. Ganggang bersel satu
3. Regnum Fungi (Jamur)
Fungi merupakan organisme uniseluler (bersel satu) dan multiseluler (bersel banyak) yang tidak berklorofil, fungi multiseluler dapat membentuk benang-benang yang disebut hifa. Seluruh anggota dari regnum ini bersifat heterotrof. Regnum ini dibagi menjadi beberapa divisi yaitu:
1.1. Oomycotina
1.2. Zygomycotina
1.3. Ascomycotina
1.4. Basidiomycotina
1.5. Deuteromycotina
4. Regnum Plantae (Tumbuhan Hijau)
Meliputi organisme bersel banyak (multiseluler) dan sel-selnya mempunyai dinding sel. Hampir seluruh anggota berklorofil sehinga sifatnya autotrof. Yang termasuk dalam Regnum Plantae adalah:
1.1. Ganggang bersel banyak (diluar ganggang biru)
1.2. Lumut (Bryophyta)
1.3. Paku-pakuan (Pteridophyta)
1.4. Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)
5. Regnum Animalia (Kerajaan Hewan)
Meliputi organisme bersel banyak, yang sel-selnya tidak berdinding sel dan tidak berklorofil sehingga bersifat heterotrof. Yang termasuk regnum ini adalah filum
:
1.1. Porifera
1.2. Coelenterata
1.3. Platyhelminthes
1.4. Nemathelminthes
1.5. Annelida
1.6 Echinodermata
1.7 Arthropoda
1.8 Chordata

Perbedaan Hewan dan Tumbuhan

Berikut ini adalah perbedaan antara spesies tumbuh-tumbuhan dengan hewan secara umum dari berbagai aspek, antara lain:
  1. Berdasarkan cara mendapatkan sumber makanan pada hewan bersifat heterotrof, sedangkan pada tumbuhan bersifat autotrof dan heterotrof.
  2. Berdasarkan pigmen atau pigmentasi, hewan tidak memiliki klorofil, sedangkan pada tumbuhan umumnya berklorofil.
  3. Berdasarkan susunan tubuhnya hewan mempunyai susunan tubuh dan sejumlah tipe organ yang tetap, sedangkan tumbuhan hidupnya menetap di suatu tempat dengan organ tubuh yang selalu berganti-ganti
  4. Berdasarkan reaksi terhadap rangsangan hewan lebih peka dan memiliki sistem saraf, sedangkan pada tumbuhan kurang peka dan tidak mempunyai sistem saraf.
  5. Berdasarkan pertumbuhannya hewan secara tertutup dengan ukuran dan bentuk yang relatif terbatas, sedangkan pada tumbuhan ukuran dan bentuk mudah berubah dengan dipengaruhi kondisi lingkungan sekitar
  6. Berdasarkan komposisi cairan tubuhnya hewan memiliki cairan tubuh yang kaya akan unsur zat garam, sedangkan pada tumbuhan cairan tubuhnya sedikit mengandung garam
  7. Berdasarkan kemampuan berdiferensiasi hewan lebih berdiferensiasi dengan memiliki banyak organ tubuh, sedangkan pada tumbuhan sedikit diferensiasi dengan sedikit organ tubuh yang menyusunnya.
  8. Berdasarkan susunan selnya hewan tidak memiliki dinding sel dengan vakuola yang kecil atau bahkan tidak memiliki vakuola, sedangkan pada tumbuhan memiliki vakuola besar dan memiliki dinding sel tebal pada sel-selnya.

23 Juli 2013

Molekul Kehidupan

Dasar kimia kehidupan sel adalah masing-masing penyusun sel yang tersusun atas molekul atau materi. Materi tersusun atas elemen atau atom. Elemen atau atom adalah unti dasar kimia yang tidak dapat dipecah dengan proses kimia. Atom tersusun atas subpartikel atom yang disebut neutron, proton, dan elektron. Neutron dan proton terdapat pada inti atom dan elektron terdapat pada kulit atom. Jumlah proton menunjukkan nomor atom. Atom yang sama memiliki sifat, init dan kulit, yang sama. Atom yang berbeda memiliki sifat dan jumlah subatom yang berbeda. Atom yang sama dapat memiliki jumlah neutron yang berbeda, dan mereka disebut isotop. Di alam 99% atom Carbon adalah dalam bentuk isotop. Isotop ini telah dimanfaatkan dalam memecahkan banyak masalah biologi dan lain-lain masalah dalam ilmu pengetahuan. Atom-atom sesama atau atom yang berbeda dapat saling berikatan. Ikatan antar atom membentuk molekul.Ikatan antar atom itu disebut ikatan kimiaIkatan kimia antara ion disebut ikatan ion, yaitu elektron dari suatu atom dapat diperoleh dari atau hilang ke atom lainnya. Banyak jenis ikatan kimia, ada ikatan hidrogen, ikatan antar atom hidrogen, ada ikatan kovalen, dan lain-lain ikatan kimiaIkatan hidrogen pada suatu molekul menentukan sifat polaritas molekul. Artinya apabila ada ikatan hidrogen pada suatu molekul berarti molekul itu bersifat polar. Tubuh kita tidak dapat membuat air tetapi dalam tubuh dapat berlangsung sejumlah reaksi kimia yang menghasilkan materi.Ikatan antar atom dan bahkan antar molekul menentukan stabilitas antar komponen yang saling berikatan itu dan kemudian menentukan stabilitas struktur dan menentukan fungsi molekul apabila itu adalah molekul yang menyusun kehidupan.
Molekul-molekul yang menyusun kehidupan dan karenanya disebut molekul biologi, yaitu molekul yang dapat dijumpai terdapat dalam suatu sel. Molekul-molekul tersebut adalah karbohidrat, protein, lemak, dan asam nukleat. Sel dapat membuat molekul-molekul. Hampir semua molekul yang dibuat sel (komponen dasar molekul biologi) terdiri atas sejumlah atom carbon yang saling berikatan dan berikatan dengan atom lain. Oleh karena itu, komponen yang mengandung atom carbon diketahui sebagai komponen organik. Jumlah atom carbon dalam suatu molekul biologi digunakan dasar pengelompokan molekul. Dengan kata lain keragaman molekul kehidupan didasarkan pada kenadungan atom carbon yang dimilikinya. Komponen organik memiliki kerangka atom carbon dan terikat pada kerangka tersebut adalah atom-atom yang membentuk suatu gugus fungsional, misalnya gugus alkohol, gugus amino, gugus aldehid, gugus keton, dll. Sel membuat molekul besar (makro molekul) dari molekul-molekul kecil dengan reaksi kimia.Molekul besar selain dibangun dengan reaksi kimia juga dihancurkan atau dipecah dengan reaksi kimia. Ada reaksi yang disebut sintesa dehidrasi yaitu sintesa molekul dengan cara menghilangkan molekul airnnya. Ada reaksi yang disebut hidrolisis, yaitu proses pemecahan molekul dengan air. Reaksi kimia terjadi pada sistem dalam organisme, baik intraseluler (dalam sel) atau ekstraseluler (di luar sel).

20 Juli 2013

Ciri-Ciri Mahluk Hidup

Mengapa batu disebut makhluk tak hidup, sedangkan pohon disebut makhluk hidup? Ingatkah kamu bahwa hanya makhluk hidup yang mempunyai ciri-ciri hidup. Ciri-ciri hidup tersebut adalah bernapas, bergerak, makan, mengeluarkan zat sisa, tumbuh, berkembangbiak, peka terhadap rangsang dan beradaptasi.

Bernapas
Ciri utama makhluk dikatakan hidup yaitu bernapas. Ketika bernapas makhluk hidup menghirup oksigen (O2) dan menghembuskan karbon dioksida (CO2). Oksigen diperlukan untuk proses oksidasi zat makanan yang menghasilkan energi dan karbon dioksida. Energi berguna untuk menjalankan kegiatan hidup.
Reaksi oksidasinya sebagai berikut :
Zat makanan + oksigen —> energi + uap air + karbon dioksida.
 
Bergerak
Ada dua macam gerak yaitu gerak aktif dan gerak pasif. Gerak aktif adalah gerak berpindah tempat misalnya dengan kaki, sayap dan sirip. Gerak pasif misalnya ditunjukkan oleh tumbuhan. Tumbuhan tidak dapat berpindah tempat, tetapi menggerakkan sebagaian tubuhnya.
Contohnya gerak daun menguncup, gerak batang menghadap cahaya, gerak akar mendekati sumber air serta gerak mekarnya bunga.
 
Peka terhadap Rangsang
mimosa_pudica 
Makhluk hidup peka terhadap perubahan yang terjadi disekitarnya. Alat pengenal lingkungan pada manusia dan hewan berupa indra. Indra peka terhadap rangsang. Rangsang dapat berupa cahaya, bunyi, bau, rasa atau sentuhan. Dengan adanya indra yang peka terhadap rangsang-rangsang tersebut, manusia dan hewan mempunyai kemampuan melihat, mendengar, mencium, mengecap rasa dan menyentuh/meraba.
Tumbuhan tidak mempunyai alat indra, tetapi peka terhadap rangsang. Misalnya tumbuhan putri malu menguncupkan daunnya jika disentuh dan pertumbuhan batang kearah cahaya matahari.
 
Makan
makan
Makanan diperlukan oleh makhluk hidup sebagai sumber energi, untuk pertumbuhan dan mengganti sel-sel yang rusak. Tumbuhan hijau memperoleh makanan dengan memproduksi sendiri. Tumbuhan hijau sebagai produsen mengolah zat-zat anorganik menjadi zat organic melalui proses fotosintesis.
Fotosintesis adalah proses pembuatan makanan oleh tumbuhan hijau dengan bantuan cahaya.
Tumbuhan tak berhijau daun, hewan dan manusia tidak dapat membuat makanan sendiri. Mereka memanfaatkan makanan dari hasil fotosintesis tumbuhan hijau dan sumber lain dari hewan dan alam.
 
Mengeluarkan Zat Sisa
 
Dalam proses penyerapan makanan, terbentuklah zat sisa yang merupakan zat yang tidak terserap oleh tubuh. Zat-zat itu disebut zat sisa oksidasi biologis, misalnya air dan karbon dioksida.Berdasarkan aktivitas tubuh dan hasilnya, pengeluaran zat-zat sisa dibedakan atas : Ekskresi, Respirasi, Defekasi.
  1. Ekskresi, merupakan pengeluaran zat-zat sisa yang dilakukan oleh kulit dan ginjal. Kulit akan mengeluarkan zat sisa yang dinamakan keringat karena adanya kelenjar keringat di bawah kulit. Ginjal akan menyaring darah dan mengeluarkan zat sisa yang disebut urine.
  2. Respirasi, merupakan pengeluaran CO2 sebagai zat sisa proses respirasi yang dikeluarkan melalui hidung.
  3. Defekasi, merupakan pengeluaran zat sisa pencernaan makanan yang berupa tinja (feses) melalui anus.
Tumbuh
Makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan meliputi perubahan ukuran tubuh, yaitu luas, tinggi dan berat. Perkembangan adalah perubahan menjadi dewasa.
 
Berkembang Biak
Makhluk hidup berkembang biak untuk menghasilkan keturunan. Cara perkembangbiakan makhluk hidup berbeda-beda. Hewan berkembang biak antara lain dengan melahirkan, bertelur, bertelur-melahirkan, bertunas, fragmentasi atau membelah diri. Tumbuhan berkembang biak secara alami dan buatan.
Perkembangbiakan alami pada tumbuhan yaitu dengan biji (kawin) dan dengan tidak kawin, misalnya membelah diri, spora, tunas, umbi, geragih dan akar tinggal. Perkembangbikan tumbuhan secara buatan, misalnya stek, cangkok, runduk dan kultur jaringan.
 
Beradaptasi
Makhluk hidup mampu beradaptasi dengan lingkungan. Macam-macam adaptasi makhluk hidup adalah adaptasi morfologi, adaptasi tingkah laku, dan adaptasi fisiologi.
Adaptasi morfologi adalah penyesuaian terhadap lingkungan yang berhubungan dengan bentuk tubuh atau alat tubuh. Contoh pada katak dan itik terdapat selapu renang pada kakinya untuk berenang.
Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku. Contoh : hewan bermigrasi ke lain tempat yang banyak sumber makanan.
Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku. Contoh : berkeringat saat cuaca panas.
Dari ciri-ciri tersebut diatas ada perbedaan ciri hidup yang dimiliki antara hewan/manusia dengan tumbuhan, anatara lain :
Hewan/Manusia
1.Bergerak : Melakukan gerak pindah tempat.
2.Cara memperoleh makanan: Tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof) . Bahan yg dimakan berupa zat organik.
3.Pertumbuhan: Hanya sampai batas usia tertentu
Tumbuhan
1.Bergerak :Tidak dapat berpindah tempat sendiri.
2.Cara memperoleh makanan: Dapat membuat makanan sendiri (autotrof), Bahan yang diperlukan untuk membuat makanan berupa zat anorganik
3.Pertumbuhan : .Tumbuh terus menerus sampai mati.

14 Juli 2013

Hakikat Biologi

Ruang Lingkup Biologi
Biologi bersal dari kata bios yang berarti hidup dan logos yang berarti pengetahuan. Jadi biologi dapat didefinisikan Ilmu pengetahuan yang mempelajari makhluk hidup. Sebagai ilmu pengetahuan, ilmu biologi mengkaji berbagai persoalan yang berkaitan dengan berbagai tingkat organisasi kehidupan dan interaksinnya dengan faktor lingkungan.

Objek Biologi
Objek biologi meliputi seluruh makhluk hidup. Pada awalnya Biologi memiliki 3 ragam objek berupa kerajaan (kingdom), yaitu Plantae (dunia tumbuhan),Animalia (dunia hewan), dan protista. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, ragam objek biologi juga terus berkembang. Klasifikasi makhluk hidup yang semula dibagi 3 kingdom semenjak akhir abad ke-19 ragam objek Biologi berkambang menjadi 5 kingdom, yaitu Plantae, animalia,protista,dan fungi.
dalam perkembangan terakhir dunia makhluk hidup diklasifikasikan menjadi 6 kingdom, yaitu Plantae, Animalia,Protista,Fungi,Eubacteria,Archaebacteria.


Tingkat Organisasi Kehidupan
berdasarkan tingkat organisasi kehidupan, objek Biologi merupakan kehidupan yang berbagai tingkat struktur yang dimulai dari tingkat organisasi yang paling sederhana hingga yang paling kompleks, yaitu mulai dari tingkat molekul,sel,jaringan,organ,sistem organ,individu/organisme,populasi, komunitas, ekosistem, dan bioma.

a. Tingkat molekul
kajian Biologi pada tingkat molekul meliputi: berbagai jenis biomolekul yang menjadi penyusun tubuh makhluk hidup, misalnya air, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, DNA, dan RNA

b. Tingkat sel
kajian biologi pada tingkat sel meliputi: morfologi dan jenis sel, organ sel, fungsi sel, metabolisme sel, transportasi dalam sel, serta cara sel berproduksi.

c.Tingkat jaringan
kajian biologi tingkat jaringan meliputi: macam jaringan, komponen jaringan, fungsi jaringan, komponen penyusun jaringan, serta pembentukan dan perkembangan jaringan.

d. Tingkat organ
kajian biologi pada tingkat organ meliputi: jenis organ, penyusun organ, fungsi organ, perkembangan organ, transportsi organ, serta kelainan pada organ.

e. Tingkat sistem organ
kajian biologi pada tingkat sistem organ meliputi: macam sitem, penyusun sitem, fungsi dari berbagai sitem, cara kerja sistem, dan kelainan pada sistem.

f. Tingkat individu/organisme
kajian biologi pada tingkat individu meliputi: jenis individu, kedudukan individu dalam tingkat taksonomi, cara memperoleh makanan, cara bereproduksi, cara beradaptasi dan lain-lain.

g.Tingkat Populasi
kajian biologi pada tingkat populasi meliputi perkambangan populasi, jumlah kelahiran (natalitas), jumlah kematian (moralitas), perpindahan (migrasi) dan kompetisi dalam populasi.

h.Tingkat komunitas
kajian biologi pada tingkat komunitas meliputi: jenis populasi, kondisi lingkungan, hubungan timbal balik, interaksi antar makhluk hidup yang satu dengan yang lain, dan cara beradaptasi.

i. Tingkat ekositem
kajian biologi pada tingkat ekosistem meliputi: jenis ekositem, komponen penyusun ekositem, hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan, rantai makanan, jaring-jaring
makanan, dan aliran energi. serta pengaruh pencemaran terhadap organisme di dalam satu ekosistem dan karakteristik ekositem tercemar.

j. Tingkat bioma
kajian biologi tingkat bioma meliputi: macam bioma, ciri-ciri bioma, ciri-ciri iklim yang mempengaruhi, serta tumbuhan dan hewan khas yang terdapat dalam bioma.

17 April 2013

Istilah-istilah Struktur Perkembangan Hewan (anatomi)

Istilah-istilah Struktur Perkembangan Hewan (anatomi)

Medialis = Garis tengah pada tubuh, membagi 2 bagian yang sama
Lateralis = cenderung menjah dari posisi Medial
Ventralis = Daerah perut
Anterior = Daerah depan
Dorsalis = Daerah punggung
Posterior = Daerah belakang
Cranialis = Daerah kepala (tengkorak)
Superior = Daerah atas
Inferior = Daerah bawah
Longitudinal = Sumbu potong seperti medial namun mengikuti panjang tubuh
Sagitalis = Sumbu sejajar dengan medial
Coronalis = Sumbu tegak lurus dengan medial (membagi tubuh depan-belakang)
Transversalis = Sumbu potong bagian atas dan bawah
Proximal = Daerah mendekat dengan tubuh
Distal = Daerah menjauh dengan tubuh
Preaksial = Sisi radial / tubular
Postaksial = Sisi ulna / fibular
Fleksor = Daerah anterior atas dan posterior bawah
Ekstensor = Daerah anterior bawah dan posterior atas
Fleksi = Mengurangi sudut sendi
Ekstensi = Menambah sudut sendi
Aduksi = mendekat dengan tubuh
Abduksi = Menjauh dari tubuh
Rotasi = sumbu putar pada bidang tubuh
Rotasi Medial = sumbu putar pada bidang medial
Rotasi Lateral = sumbu putar pada bidang medial
Sirkumdiksi = fleksi - abduksi - ekstensi - aduksi
Pronasi = Menelungkupnya telapak tangan
Supinasi = Menengadahnya telapak tangan
Protaksi = Menuju depan
Retraksi = Menuju belakang
Radial = kearah os radius
Kaput = kepala
Korpus = tubuh
Kauda = ekor
Kolumna =leher
Pedunkula = tangkai

15 April 2013

Rhodophyta atau ganggang merah

Rhodophyta atau ganggang merah adalah sebuah divisi Ganggang. Sekitar 95% dari sekitar 5000 spesies ganggang merah adalah organisme kelautan.

Rhodophyta yang ada di habitat air tawar dan tanah adalah spesies dari genus Audouinella, Bangia, Batrachospermum, Chroodactylon,Hildenbrandia, Lemanea dan Porphyridium. Beberapa genus, misalnya Bangia, Bostrychia dan Hildenbrandia, memuat spesies kelautan maupun air tawar. Beberapa ganggang merah bersifat parasit pada ganggang lainnya, seperti Choreocolax dan Holmsella.

Dalam sebagian besar ganggang merah, talus berupa pita atau filamen bercabang. Namun beberapa spesies ada yang berbentuk lembaran, seperti Porphyra atau berbentuk kerak, seperti Lithophyllum, sementara sedikit seperti Porphyridium berbentuk sel tunggal. Beberapa ganggang merah dapat mengapur – misalnya Corallina spp (talus tegak dan berartikulasi) dan   Lithophyllum. Talus multisel yang umumnya sepanjang 5 – 50 cm menempel pada batuan dengan pemegang. Dinding sel dapat mengandung selulosa, xylan atau bahkan lignin. Plasmodesmata tampaknya tidak ada, tapi banyak ganggang merah multiseluler memuat koneksi kawah. Tidak ada spesies yang berflagela, dan gamet flagela juga tidak diproduksi.

Spesies kelautan biasanya berwarna kemerahan, sementara spesies air tawar biasanya hijau kebiruan, hijau kekuningan, coklat atau abu-abu. Ganggang merah mengandung klorofil a, dan sebagian juga mengandung klorofil d; tilakoid tunggal (tidak berasosiasi) dan mengandung pikobilisoma yang memuat pikoeritrin dan/atau pikosianin. Banyak karotenoid, misalnya xantofil dan beta karoten, juga ada. Produk hasil fotosintesis antara lain pati floridean dan floridosida.

Reproduksi seksual terjadi pada sebagian besar spesies (namun tidak pada Porphyridium) dan oogami umum terjadi; siklus hidup sering kali kompleks.

Ganggang merah tertentu merupakan sumber agar-agar atau carageena, sementara yang lain dipakai sebagai makanan seperti laver, nungham dan palmaria.

Semua spesies diletakkan dalam satu kelas : Rhodophyceae.

Ordonya antara lain :

1.        Bangiales (contohnya Bangia, Porphyra);

2.        Ceramiales (contohnya Bostrychia; Ceramium, Griffithsia, Polysiphonia);

3.        Compsopogonales (contohnya. Compsopogon);

4.         Cryptonemiales (contohnya Choreocholax, Corallina, Gloiopeltis, Hildenbrandia, Holmsella, Lithophyllum);

5.        Gigartinales (contohnya. Chondrococcus, Chondrus, Eucheuma, Furcellaria, Gardneriella, Gigartina,Gracilaria, Iridaea);

6.        Nemalionales (contohnya Audouinella, Batrachospermum, Gelidium, Lemanea);

7.        Palmariales (contohnya Palmaria);

8.        Porphyridiales (contohnya Chroodactylon, Cyanidium, Porphyridium);

9.        Rhodochaetales (contohnya Rhodochaete);

10.     Rhodymeniales (contohnya Coeloseira, Rhodymenia).




Referensi

1.       Martone et al. Discovery of Lignin in Seaweed Reveals Convergent Evolution of Cell-Wall Architecture. Current Biology, 2009; 19 (2): 169

2.       Helmholtz Association of German Research Centres (2008, August 26). Even Seaweeds Get Sunburned. ScienceDaily.

3.       Rodriguez-Prieto et al. Leptofauchea coralligena (Faucheaceae, Rhodophyta), a new species from the Mediterranean Sea. European Journal of Phycology, 2009; 44 (1): 107

4.      Singleton, P., Sainsbury, D. Dictionary of Microbiology and Molecular Biology. 3rd Edition. 2006, Wiley.

5.       Jan-Hendrik Hehemann, Gaëlle Correc, Tristan Barbeyron, William Helbert, Mirjam Czjzek, Gurvan Michel. Transfer of carbohydrate-active enzymes from marine bacteria to Japanese gut microbiota. Nature, 2010; 464 (7290): 908

6.       Biology of freshwater red algae, pp. 89–157

9 April 2013

Meiosis

Sel manusia ada dua jenis, sel tubuh (somatik) dan sel kelamin (gamet). Sel somatik memiliki separuh kromosom ibu dan separuh kromosom ayah, sehingga disebut juga sel diploid (dua pasangan kromosom homolog[kromosom 1 ibu dan kromosom 1 ayah, kromosom 2 ibu dan kromosom 2 ayah, dsb). Sel kelamin hanya memiliki separuh dari jumlah kromosom sel somatik yang berupa kromosom gabungan ayah-ibu (kromosom 1 ayah-ibu, kromosom 2 ayah-ibu, dst). Sel kelamin disebut juga sel haploid. Berikut akan dibahas proses pembentukan sel kelamin dari sel tubuh.
Proses pembentukan sel gamet dari sel somatik disebut meiosis. Pembentukan sel dilakukan dengan cara pembelahan sel, sama seperti bakteri. Hanya saja sel induk yang diploid menghasilkan sel anak yang haploid, bukannya diploid. Proses ini terdiri dari dua tahap dan terjadi di dalam organ reproduksi manusia.

Tahap pertama : Pembentukan kromosom gabungan

Kromosom memiliki kromatid. Kromatid yang homolog ini dalam tahap pertama saling terpaut. Di lokasi kromosom saling paut ini, dapat terjadi pindah silang, dimana kromosom pecah dan bergabung dan berubah kombinasinya karena berikatan lagi dengan bagian kromosom homolognya, bukannya bagian asalnya. Terbentuklah kromosom gabungan.

Tahap kedua : Pembelahan reduksi

Kromosom-kromosom homolog bergerak acak. Hasil dari pergerakan acak ini adalah berpusatnya separuh kromosom ke kutub utara sel, dan separuhnya lagi ke kutub selatan sel. Khatulistiwa kemudian terbelah dan terbentuklah dua buah sel. Satu sel berasal dari belahan utara sel induk, satu sel lagi berasal dari belahan selatan sel induk. Setiap sel hanya memuat separuh dari jumlah kromosom sel induk yang telah dilepas-lepas lalu dipasangkan kembali secara acak dalam tahap pertama. Karenanya dua sel kelamin hampir tidak mungkin memiliki kombinasi kromosom yang sama.

Kembali menjadi diploid

Ketika sel gamet ini dilepas lewat ML, maka sel gamet si cowok (spermatozoa) dan sel gamet si cewek (telur) akan bertemu di dalam tubuh si cewek (calon ibu). Jika tidak ada halangan, maka spermatozoa dan telur ini akan melebur kembali. Karena masing-masing adalah haploid maka hasil peleburan akan menjadi diploid lagi dan pada gilirannya menjadi janin. Sel diploid ini akan terus membelah, tapi tidak secara meiosis. Ia membelah biasa menjadi dua sel diploid, terus menerus hingga jadilah bayi. Jreeng, anakpun tercipta.

Karena kombinasi kromosom di tiap sel gamet dapat dikatakan terbentuk secara acak, dan selama prosesnya ada kesalahan yang disebut mutasi, maka hasilnya adalah anak yang murni tidak terprediksi. Walau begitu, tetap saja sang anak ini merupakan gabungan dari sifat kedua orang tuanya, dan sedikit sekali sifat baru yang berasal dari mutasi.

Sumber :

Ernst Mayr. 2001. What Evolution Is.

Mitosis

Sekarang kita akan membahas tentang mitosis. Mitosis terdiri atas beberapa fase yaitu profase, metafase, anafase, dan telofase.Mitosis adalah bentuk pembelahan sel menghasilkan sel anak diploid. Ini artinya, mitosis tidak terjadi pada sel kelamin, tetapi terjadi pada sel tubuh atau sel somatik.
Profase

Mitosis diawali dengan penggumpalan kromosom. Dua badan silindris kecil bernama sentriol mengatur proses profase. Sentriol berada di luar inti sel hewan (namun tidak ada pada sebagian besar tumbuhan tingkat tinggi). Sentriol mulai bergerak ke ujung-ujung berlawanan sel. Saat ini terjadi, DNA yang merupakan penyusun utama kromosom mulai melintir. Selama proses ini, kromosom menjadi jelas sementara nukleoli menjadi tidak jelas. Di dalam nukleoli terjadi produksi ribosom; selama mitosis, ketika kromosom memadat, produksi ribosom lenyap.

Ketika terbentuk, kromosom berinteraksi dengan medium sekitarnya. Agar pembelahan sel terjadi, kromosom yang sudah tereplikasi harus ditarik. Namun ini tidak dapat terjadi hingga kromosom berkondensasi.


Ketika telah memuntir kembali, kromosom menjadi berbentuk X. Bentuk X terdiri dari dua kromatid identik, masing-masing berpegangan dengan yang lain lewat sebuah sentromer. Salah satu kromatid ini disalin dari yang lain selama interfase, ketika replikasi terjadi.

Sementara kromosom memuntir kembali, nukleoli dan selubung inti lenyap. Di saat yang sama, sederetan mikrotubula membentuk simpul. Simpul adalah pengelompokan mikrotubula karakteristik yang terjadi saat pembelahan inti. Ia membantu membariskan dan menggerakkan kromosom. Selama tahap awal komposisi simpul, mikrotubula memancar di sekeliling tiap sentriol, menciptakan formasi yang disebut aster. Walaupun sebagian besar tanaman tingkat tinggi tidak memiliki sentriol, mereka tetap membentuk serat simpul pada profase (namun aster tidak terbentuk). Serat simpul adalah mikrotubula yang menyusun aparat mitosis yang bernama simpul.

Selama profase, kromosom bergerak menuju bagian tengah atau khatulistiwa sel. Pada akhir profase, selaput inti tidak lagi terlihat; ia telah luntur.

Metafase

Metafase hanya berlangsung selama semua kromosom tetap berbaris di khatulistiwa. Sentromer telah terbagi menjadi dua. Masing-masing tertempel pada salah satu dari dua kromosom dari pasangannya. Kromosom individual disebut homolog, dan bersama-sama, kedua kromosom dalam satu pasang disebut kromosom homolog.

Anafase

Anafase bermula ketika dua set lengkap kromosom mulai bergerak menuju ujung simpul berlawanan arah. Tiap kromosom seolah diseret sepanjang sentromernya, yang tertempel ke serat simpul. Pembelahan sitoplasma, atau sitokinesis, mulai pada akhir anafase.

Telofase

Telofase adalah tahap terakhir mitosis. Ia terjadi ketika sitoplasma terpisah dalam dua bagian sel, sementara selaput plasma sel tertusuk dari kedua sisi, menciptakan dua sel berbeda. Saat ini terjadi, tiap set kromosom mencapai kutubnya masing-masing, dimana selaput inti terbentuk, menutupi kromosom. Kromosom kemudian melepas puntirannya, sementara nukleolus kembali muncul. Setelah sitokinesis selesai, sentriol baru terbentuk. Kita telah mendapatkan dua sel baru.

Sumber

Garber, S.D. 2002. Biology: A Self-Teaching Guide, 2nd Edition. John Wiley and Sons, Inc.